Catatan 195

Nur Atira Sofeya….

Hmm…berjalan-jalan disamping makciknya di petang itu. Hmm…comelnya. Secomel namanya. Aku perhatikan keletahnya berjalan tanpa aku menegurnya. Aku berada di dalam kereta dan dia berjalan perlahan melintasi hadapanku. Seketika kemudian, dia berlalu melintasi dihadapanku lagi. Tanpa melepaskan peluang aku menegurnya sambil melihat keletahnya sambil diawasi makciknya.

Babaaiii…. aku berkata sambil melambai tangannya di akhir bicara. Subhanallah. Bertuahnya mereka. Aku kepingin sungguh Ya Allah. Sampai lewat malam aku mengenang keletahnya.

Dua hari lalu, akak aku menasihatiku…
“Kau ni salah doa ler Z**…!”
“Patutlah kau tak boleh melupakannya”, dia menambah hujahnya lagi.

Aku terdiam seketika. Memikir. Hmm…mungkin betul juga kata ustazah.
Aku perlu direct dalam berdoa…

“Ya Allah…tambahkan lah lagi isteriku….”
KALAULAH DIA….(dot dot dot), dah lama sy nak minta tlg akak…(dot dot dot)….

Biar masa dan situasi yang menentukan. Aku hanya mencatat apa yang aku rasa. Jangan tension. Suka-suka jer.

Bukankah 103…..
Hahaahaaa..

Lepas ni rindu aku 3 bulan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s