Catatan 184

Aku tahu. Aku sedar. Namun, alhamdulillah. Aku bahagia melihat sahabatku bahagia. Fullstop.

Sambil membelek skrin, terpaut pada satu paparan. Sempat aku abadikan sebagai satu kenangan. Cukuplah ia menjadi satu cerita yang hambar. Mungkin untuk setakat ini. Namun, akan datang aku tidak tahu. Biarlah perancangan waktu terus berlalu. Semoga baik-baik hendaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s