Catatan 182

Di keheningan sepertiga malam aku bermunajat rindu ini untukNYA… dikesampingan itu aku luahkan rindu ini buatnya juga. Ntahlah…siang tadi, tengah aku sibuk, melayan pokok sayur yang separuh kehausan dan sebilangan kecil yang kering kontang..sayup kedengaran dari jauh degup langkah yang semakin hampir di sebalik kakilima bangunan.

Aku tak syak dia pun. Sungguh. Iya…subhanallah…iyer.. semakin dan sentiasa manis aku menatap wajahnya. Walaupun dari sipi-sipi saja aku menatapnya. Dia tunduk sahaja. Bertuahnya andai dia isteriku. Aku mengelamun jauh. Aku belum berpeluang sepertinya. Semakin hari semakin berisi. Seronoknya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s